Nama : Rio Fakhrozi
NPM : 16111244
Kelas : 4KA24
IT FORENSIK
Menurut saya: IT Forensik lebih sering saya
dengar dalam dunia kepolisian, seperti mengidentifikasi suatu masalah kejadian
atau pembunuhan dengan sistem terkomputerisasi
dan sistem digital untuk menyelesaikan suatu masalah yang sedang terjadi atau
mencari para pelaku yang melakukan tindakan pembunuhan atau kejahatan.
IT Forensik yaitu suatu ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan
bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode
yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat). Fakta-fakta tersebut setelah
diverifikasi akan menjadi bukti-bukti yang akan digunakan dalam proses
selanjutnya. Selain itu juga diperlukan keahlian dalam bidang IT ( termasuk
diantaranya hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software untuk
membuktikan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam bidang teknologi sistem
informasi tersebut.
PENGERTIAN IT FORENSIK MENURUT PARA AHLI
Menurut
Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan
data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan dimedia komputer.
Menurut Judd Robin,
yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik
analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin.
Menurut
Ruby Alamsyah (salah seorang ahli forensik IT Indonesia), digital forensik atau
terkadang disebut komputer forensik adalah ilmu yang menganalisa barang bukti
digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Barang bukti
digital tersebut termasuk handphone, notebook, server, alat teknologi apapun
yang mempunyai media penyimpanan dan bisa dianalisa.
Sejarah IT Forensik
Pada tahun 2002 diperkirakan terdapat sekitar 544 juta orang terkoneksi secara
online. Meningkatnya populasi orang yang terkoneksi dengan internet akan
menjadi peluang bagi munculnya kejahatan komputer dengan beragam variasi
kejahatannya. Dalam hal ini terdapat sejumlah tendensi dari munculnya berbagai
gejala kejahatan komputer, antara lain:
Permasalahan finansial. Cybercrime adalah alternatif baru untuk mendapatkan
uang. Perilaku semacam carding (pengambil alihan hak atas kartu kredit tanpa
seijin pihak yang sebenarnya mempunyai otoritas), pengalihan rekening telepon
dan fasilitas lainnya, ataupun perusahaan dalam bidang tertentu yang mempunyai
kepentingan untuk menjatuhkan kompetitornya dalam perebutan market, adalah
sebagian bentuk cybercrime dengan tendensi finansial.
Adanya
permasalahan terkait dengan persoalan politik, militer dan sentimen Nasionalisme.
Salah satu contoh adalah adanya serangan hacker pada awal tahun 1990, terhadap
pesawat pengebom paling rahasia Amerika yaitu Stealth Bomber. Teknologi tingkat
tinggi yang terpasang pada pesawat tersebut telah menjadi lahan yang menarik
untuk dijadikan ajang kompetisi antar negara dalam mengembangkan peralatan
tempurnya.Faktor kepuasan pelaku, dalam hal ini terdapat permasalahan
psikologis dari pelakunya.Terdapat kecenderungan bahwasanya seseorang dengan
kemampuan yang tinggi dalam bidang penyusupan keamanan akan selalu tertantang
untuk menerobos berbagai sistem keamanan yang ketat. Kepuasan batin lebih
menjadi orientasi utama dibandingkan dengan tujuan finansial ataupun sifat
sentimen.
“Elemen penting dalam penyelesaian masalah keamanan dan kejahatan dunia
komputer adalah penggunaan sains dan teknologi itu sendiri. Dalam hal ini sains
dan teknologi dapat digunakan oleh fihak berwenang seperti: penyelidik,
kepolisian, dan kejaksaan untuk mengidentifikasi tersangka pelaku tindak
criminal”.
“Bukti digital (Digital Evidence) merupakan salah satu perangkat vital dalam
mengungkap tindak cybercrime. Dengan mendapatkan bukti-bukti yang memadai dalam
sebuah tindak kejahatan, Bukti Digital yang dimaksud dapat berupa adalah :
E-mail, file-file wordprocessors, spreadsheet, sourcecode dari perangkat lunak,
Image, web browser, bookmark, cookies, Kalender”.
Ada 4 Elemen Forensik:
1. Identifikasi bukti digital
2. Penyimpanan bukti digital
3. Analisa bukti digital
4. Presentasi bukti digital
TUJUAN IT FORENSIK
Tujuan dari IT forensik itu sendiri adalah untuk mengamankan dan menganalisa
bukti-bukti digital. Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga,
mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan
disimpan di media komputer.
Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer
dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin. Tujuan
IT forensik:
1. Untuk membantu memulihkan, menganalisa, dan mempresentasikan materi/entitas
berbasis digital atau elektronik sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan
sebagai alat buti yang sah di pengadilan
2. Untuk mendukung proses identifikasi alat bukti dalam waktu yang relatif
cepat, agar dapat diperhitungkan perkiraan potensi dampak yang ditimbulkan
akibat perilaku jahat yang dilakukan oleh kriminal terhadap korbannya,
sekaligus mengungkapkan alasan dan motivitasi tindakan tersebut sambil mencari
pihak-pihak terkait yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan
perbuatan tidak menyenangkan dimaksud.
ALASAN MENGAPA MENGGUNAKAN IT FORENSIK,
ANTARA LAIN.
Dalam kasus hukum, teknik digital forensik sering digunakan untuk meneliti
sistem komputer milik terdakwa (dalam perkara pidana) atau tergugat (dalam
perkara perdata). Memulihkan data dalam hal suatu hardware atau software
mengalami kegagalan/kerusakan (failure). Meneliti suatu sistem komputer setelah
suatu pembongkaran/pembobolan, sebagai contoh untuk menentukan bagaimana
penyerang memperoleh akses dan serangan apa yang dilakukan. Mengumpulkan bukti
menindak seorang karyawan yang ingin diberhentikan oleh suatu organisasi. Memperoleh
informasi tentang bagaimana sistem komputer bekerja untuk tujuan debugging,
optimisasi kinerja, atau membalikkan rancang-bangun.
SIAPA YANG MENGGUNAKAN IT FORENSIKNetwork Administrator merupakan sosok pertama
yang umumnya mengetahui keberadaan cybercrime sebelum sebuah kasus cybercrime
diusut oleh pihak yang berwenang. Ketika pihak yang berwenang telah dilibatkan
dalam sebuah kasus, maka juga akan melibatkan elemenelemen vital lainnya,
antara lain:
1. Petugas Keamanan (Officer/as a First Responder)
Memiliki kewenangan tugas antara lain : mengidentifikasi peristiwa, mengamankan
bukti, pemeliharaan bukti yang temporer dan rawan kerusakan.
2. Penelaah Bukti (Investigator)
Sosok yang paling berwenang dan memiliki kewenangan tugas antara lain:
menetapkan instruksi-instruksi, melakukan pengusutan peristiwa kejahatan,
pemeliharaan integritas bukti.
3.Tekhnisi Khusus
Memiliki kewenangan tugas antara lain : memeliharaan bukti yang rentan
kerusakan dan menyalin storage bukti, mematikan (shuting down) sistem yang
sedang berjalan, membungkus/memproteksi bukti-bukti, mengangkut bukti dan
memproses bukti. IT forensic digunakan saat mengidentifikasi tersangka pelaku
tindak kriminal untuk penyelidik, kepolisian, dan kejaksaan.
PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN IT FORENSIK
Dasar-dasar hardware dan pemahaman bagaimana umumnya sistem operasi bekerja
Bagaimana partisi drive, hidden partition, dan di mana tabel partisi bisa
ditemukan pada sistem operasi yang berbeda. Bagaimana umumnya master boot
record tersebut dan bagaimana drive geometry. Pemahaman untuk hide, delete,
recover file dan directory bisa mempercepat pemahaman pada bagaimana tool
forensik dan sistem operasi yang berbeda bekerja.
Familiar dengan header dan ekstension file yang bisa jadi berkaitan dengan file
tertentu
TOOLS DALAM IT FORENSIK
Dalam IT Forensik, terdapat beberapa tools atau peralatan yang umum digunakan.
Tools yang dimaksud adalah:
1. Antiword
Antiword merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan teks dan
gambar dokumen Microsoft Word. Antiword hanya mendukung dokumen yang dibuat
oleh MS Word versi 2 dan versi 6 atau yang lebih baru.
2. Autopsy
The Autopsy Forensic Browser merupakan antarmuka grafis untuk tool analisis
investigasi diginal perintah baris The Sleuth Kit. Bersama, mereka dapat
menganalisis disk dan filesistem Windows dan UNIX (NTFS, FAT, UFS1/2, Ext2/3).
3. Binhash
Binhash merupakan sebuah program sederhana untuk melakukan hashing terhadap
berbagai bagian file ELF dan PE untuk perbandingan. Saat ini ia melakukan hash
terhadap segmen header dari bagian header segmen obyek ELF dan bagian segmen
header obyekPE.
4. Sigtool
Sigtcol merupakan tool untuk manajemen signature dan database ClamAV. sigtool
dapat digunakan untuk rnenghasilkan checksum MD5, konversi data ke dalam format
heksadesimal, menampilkan daftar signature virus dan build/unpack/test/verify database
CVD dan skrip update.
5. ChaosReader
ChaosReader merupakan sebuah tool freeware untuk melacak sesi TCP/UDP/… dan
mengambil data aplikasi dari log tcpdump. la akan mengambil sesi telnet, file
FTP, transfer HTTP (HTML, GIF, JPEG,…), email SMTP, dan sebagainya, dari data
yang ditangkap oleh log lalu lintas jaringan. Sebuah file index html akan
tercipta yang berisikan link ke seluruh detil sesi, termasuk program replay
realtime untuk sesi telnet, rlogin, IRC, X11 atau VNC; dan membuat laporan
seperti laporan image dan laporan isi HTTP GET/POST.
6. Cchkrootkit
Chkrootkit merupakan sebuah tool untuk memeriksa tanda-tanda adanya rootkit
secara lokal. la akan memeriksa utilitas utama apakah terinfeksi, dan saat ini
memeriksa sekitar 60 rootkit dan variasinya.
7. Ddcfldd
Tool ini mulanya dikembangkan di Department of Defense Computer Forensics Lab
(DCFL). Meskipun saat ini Nick Harbour tidak lagi berafiliasi dengan DCFL, ia
tetap memelihara tool ini.
8. Ddrescue
GNU ddrescue merupakan sebuah tool penyelamat data, la menyalinkan data dari
satu file atau device blok (hard disc, cdrom, dsb.) ke yang lain, berusaha
keras menyelamatkan data dalam hal kegagalan pembacaan. Ddrescue tidak memotong
file output bila tidak diminta. Sehingga setiap kali anda menjalankannya kefile
output yang sama, ia berusaha mengisi kekosongan.
9. Fforemost
Foremost merupakan sebuah tool yang dapat digunakan untuk me-recover file
berdasarkan header, footer, atau struktur data file tersebut. la mulanya
dikembangkan oleh Jesse Kornblum dan Kris Kendall dari the United States Air
Force Office of Special Investigations and The Center for Information Systems
Security Studies and Research. Saat ini foremost dipelihara oleh Nick Mikus
seorang Peneliti di the Naval Postgraduate School Center for Information
Systems Security Studies and Research.
10. Gqview
Gqview merupakan sebuah program untuk melihat gambar berbasis GTK la mendukung
beragam format gambar, zooming, panning, thumbnails, dan pengurutan gambar.
11. Galleta
Galleta merupakan sebuah tool yang ditulis oleh Keith J Jones untuk melakukan
analisis forensic terhadap cookie Internet Explorer.
12. Ishw
Ishw (Hardware Lister) merupakan sebuah tool kecil yang memberikan informasi
detil mengenai konfigurasi hardware dalam mesin. la dapat melaporkan
konfigurasi memori dengan tepat, versi firmware, konfigurasi mainboard, versi
dan kecepatan CPU, konfigurasi cache, kecepatan bus, dsb. Pada sistem t>MI-capable
x86 atau sistem EFI.
13. Pasco
Banyak penyelidikan kejahatan komputer membutuhkan rekonstruksi aktivitas
Internet tersangka. Karena teknik analisis ini dilakukan secara teratur, Keith
menyelidiki struktur data yang ditemukan dalam file aktivitas Internet Explorer
(file index.dat). Pasco, yang berasal dari bahasa Latin dan berarti “browse”,
dikembangkan untuk menguji isi file cache Internet Explorer. Pasco akan
memeriksa informasi dalam file index.dat dan mengeluarkan hasil dalam field
delimited sehingga dapat diimpor ke program spreadsheet favorit Anda.
14. Scalpel
Calpel adalah sebuah tool forensik yang dirancang untuk mengidentifikasikan,
mengisolasi dan merecover data dari media komputer selama proses investigasi
forensik. Scalpel mencari hard drive, bit-stream image, unallocated space file,
atau sembarang file komputer untuk karakteristik, isi atau atribut tertentu,
dan menghasilkan laporan mengenai lokasi dan isi artifak yang ditemukan selama
proses pencarian elektronik. Scalpel juga menghasilkan (carves) artifak yang
ditemukan sebagai file individual.
Sumber:
http://bsikelompokk9.blogspot.com/2013/05/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html
http://thekicker96.wordpress.com/definisi-it-forensik/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar